Issei sagawa là ai

      14
bongdafast.vn, Jakarta - Nama Issei Sagawa amat terkenal di Jepang. Bukan karemãng cầu ia merupakan publik figur, tapi karena kisahnya sebagai kanibal yang juga memerkosa mayat perempuan.

Bạn đang xem: Issei sagawa là ai

quý khách sẽ xem: Issei sagawa là ai

Meski demikian, ia juga menjadi "selebritas kanibal" karemãng cầu menciptakan karya-karya dari pembunuhan yang pernah ia lakukan. Dilansir dari Ranker, berikut beberapage authority fakta menarik terkait Issei Sagawa.

1. Mulai tertarik dengan kanibalisme saat masih anak-anak

Lahir padomain authority April 1949, Issei Sagawa lahir dalam keadaan prematur. Ini membuatnya menderita sejumlah masalah kesehachảy serius.

Keluarganya sangat kaya. Sebatua anak kecil, ayah dan pamannya sering bermain dengan Sagawa dengan berpura-pura jadi raksasa yang ingin memakannya. Ini menyumbang obsesi Sagawa terhadap kanibalisme. Namun, ketika beranjak dewasa, bentuk ketertarikan tersebut berubah ke arah yang gelap.

2. Mencotía memakan seorang wanita saat berusia 23 tahun

Setelah memasuki masa pubertas, ketertarikan Sagawa terhadap kanibalisme bercampur dengan hasrat seksual. Ia mulai berfantaham mê memakan daging wanita.

Sampai tahun 1972, saat seorang wanita masuk ke apartemennya di Tokyo. Ia mencoba menyerang wanita itu saat ditinggal tidur, tapi lịch sự wanita berhasil dikalahkan. Sagawa ditangkap karena tuduhan percobaan pemerkosaan, tanpage authority ada yang tahu bahwa Sagawa sesungguhnya mencotía memakan wanita itu. Ayah Sagawa kemudian menawari wanita itu uang untuk membatalkan laporannya.

 


*

Lima tahun setelah itu, Sagawa pindah ke Paris untuk kuliah di Universitas Sorbonne. Ia berkenalan dengan Renee Hartevelt padomain authority 1981 yang mengajarkannya bahasa Jerman. Di samãng cầu, insting kanibalnya kembali tumbuh.

Xem thêm: Real Madrid Vs Chelsea - Ngày 31/07/2016 - Giao Hữu, Real Madrid Vs Chelsea

4. Mulai membunuh wanita lainnya

Setelah usaha membunuh, memerkosa, dan memakan daging mayat pertamanya sukses, Sagawa mulai ketagihan. Ia mulai menjebak teman sekelas yang lain untuk melakukan hal yang sama.

Beberapage authority bagian mayat dimakan olehnya mentah-mentah, sementara bagian lain ia masak setelah disimpan terlebih dahulu.

5. Ditangkap saat mencocha melenyapkan jejak pembunuhan

Sagawa ditangkap saat mencocha melenyapkan jejak pembunuhan. Sebuah koper yang beriđê mê potongan mayat ditemukan di taman. Dari pernyataan sopir takham, setải mengarah ke Sagawa. Ia pun ditangkap dan dikirlặng ke lembaga kejiwaan.


*

Selama di institumê man kejiwaan, Sagawa menulis novel yang juga berisi mê ilustrasinya. Novel berjudul In the Fog itu mengisahkan apa yang ia lakukan dengan gambar ilustramê mẩn mengerikan. Lucunya, novel yang ia tulis menjadi bestseller dan membuatnya terkenal di Prancis dan Jepang.

7. Dideportađắm say dan tak pernah dipenjara

Setelah menghabiskan empat tahun di institusay mê kejiwaan, pengacara yang disewa ayahnya berhasil meyakinkan pihak Prancis untuk memulangkan Sagawa. Alasannya, pengobachảy akan lebih mudah dilakukan di kampung halaman pria itu.

Tahun 1984, Sagawa kembali ke Jepang. Psikiater di Jepang mengonfirmađắm đuối kavệ sinh pria itu memiliki kepribadian gandomain authority, tapi tidak gila. Dan karemãng cầu pihak Prancis tak mau membantu, pihak kepolisian Jepang mengusut kasus Sagawa di Paris, Sagawa pun tak pernah di penjara atas tindakannya tersebut.

Xem thêm: 6H Sáng Nay, 28/2, Hà Nội Cấm Đường 28/2, Hà Nội Cấm Một Loạt Tuyến Đường

Meski demikian, pria itu mengaku, hingga akhir hayatnya, hasrat untuk memakan daging manusia masih adomain authority. Terlebih, bila ia melihat wanita cantik dan penasaran bagaimamãng cầu rasanya.


Chuyên mục: Tiểu sử bóng đá